Tips Membangun Usaha Travel Umroh Tanpa Modal Besar - Memulai sebuah usaha baru tentunya memerlukan ide yang brilian dan modal awal untuk mendukung usaha tersebut. Tapi, apakah dengan modal yang tidak terlalu besar, kita dapat memulai usaha?
Ya, tentu saja bisa. Bila Anda berpikir untuk membuka sebuah usaha, usaha travel umroh dan haji yaitu satu usaha yang masih menjanjikan. Betapa tidak, banyak jamaah umroh dari tahun ke tahun selalu meningkat. Di Indonesia saja, jumlahnya mencapai jutaan orang per tahun.
Anda pasti tidak ingin melewati kesempatan tersebut. Bukan saja untuk mendapatkan penghasilan, usaha travel umroh dan haji juga dapat mengantarkan Anda berangkat umroh lebih cepat (dengan penghasilan yang didapat) sekaligus sebagai usaha yang bernilai ibadah (dengan niat yang tulus dan ikhlas melayani jamaah).
Namun, ada beberapa halangan yang umumnya dirasakan oleh calon pebisnis travel umroh, antara lain:
- Modal awal yang tidak sedikit
- Mengurus perijinan yang tak mudah
- Kendala lokasi yang terpencil
- Dll.
Bila anda terlalu lama memikirkan kendala-kendala yang akan Anda hadapi ketika mendirikan bisnis travel umroh, tentu Anda tidak akan mulai bangun untuk memulai usaha.
Kali ini, Safar TMS akan mencoba untuk memberikan solusi untuk Anda yang hanya memiliki sedikit modal dan tinggal di kota terpencil, tetapi tetap ingin memiliki bisnis travel umroh.
Modal Kecil Bukan Halangan
Anda tetap bisa mendirikan usaha travel umroh meskipun modal yang Anda miliki terbatas. Seperti yang sudah pernah Safar TMS bahas di artikel-artikel yang sudah lalu, usaha travel umroh dan haji membutuhkan dana yang besar di awal. Karena, travel umroh harus mempunyai saldo deposit, belum lagi untuk keperluan operasional kantor, sewa tempat, dan sebagainya.
Anda bisa memperkecil semua itu dengan mendaftar menjadi agen perwakilan travel umroh dari biro travel umroh yang telah lama merintis bisnis ini. Biasanya, mereka memberikan peluang kepada pebisnis untuk menjadi agen perwakilan di kota-kota seluruh Indonesia.
Daripada pusing memikirkan perijinan dan sebagainya, tidak ada salahnya Anda menjadi agen perwakilan dahulu sebelum melangkah menjadi pemilik usaha biro travel umroh. Anda bisa banyak belajar tentang usaha travel umroh ini dengan menjadi agen perwakilan.
Keuntungannya, Anda hanya butuh mengeluarkan dana untuk sewa tempat sebagai kantor agen perwakilan travel umroh, inventaris kantor, mencari karyawan (bisa ditiadakan di awal jika Anda yang mengurusnya sendiri), dana cadangan, dan biaya pendaftaran sebagai agen perwakilan.
Lebih mudah lagi, Anda mendaftar sebagai agen perwakilan yang melayani pendaftaran secara online. Jadi, tidak perlu sewa tempat. Beberapa travel umroh mengizinkan agennya bekerja dari mana saja. Anda dapat menjadi marketing dahulu sebelum meningkat dengan membuka kantor.
Walau Tinggal di Pelosok, Pikirkan Peluang yang Ada
Anda tidak perlu berkecil hati jika ternyata Anda harus hidup di desa, di kabupaten yang bahkan namanya tidak terkenal. Anda tetap bisa menjalankan bisnis dari mana saja asalkan mempunyai gadget dan koneksi internet. Nah, inilah kemudahan yang ditawarkan di era digital seperti ini.
Maka, Anda harus mencari travel umroh yang sudah memiliki sistem dalam pengelolaannya. SIstem khusus travel umroh ini bisa sangat menolong Anda untuk bertransaksi, mendaftarkan jamaah Anda untuk beribadah umroh melalui website mereka. Sangat praktis dan memudahkan Anda yang tinggal jauh dari kantor pusat biro travel umroh.
Oleh sebab itu, penggunaan sistem untuk travel umroh sangatlah penting untuk mendukung bisnis agar biro travel umroh yang berkantor pusat di kota-kota besar dapat mendaftarkan jamaah yang berasal dari pelosok juga. Hal ini sangat berpengaruh untuk kemajuan perusahaan sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi orang-orang yang tinggal di kota terpencil.
Nah, itulah tips membangun bisnis travel umroh tanpa modal besar meski Anda tinggal di kota terpencil. Jika biro travel umroh Anda memerlukan sistem khusus travel umroh, hubungi tim marketing Safar TMS agar kami dapat menolong usaha Anda selangkah lebih maju.